Itu semua Bohong..!!

May 19th, 2006 by dimas-al

100_0115 Kaget sama judulnya? ekstrim bgt ya…

Yup, fenomena bo’ong emang menjamur banget dikalangan pemuda pemudi / remaja remaji…

Bohong bisa merembet ke fitnah? FITNAH ITU LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN, setidaknya itu yg sering kita dengar di sinetron2 di tipi2.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat:12)

Sebagai saudara seiman hendaklah kita selalu menutupi kekurangan dan aib sodara2 kita…

Kalau merasa ada yg salah dengan perilaku saudara kita, lebih baik tabayun (kroscek) kpd org yg bersangkutan, dan jgn disebar luaskn. Tutupilah aib saudaramu, dan Allah akan menutupi aib mu…

"Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim… (Yunus:85)

Cerminan Akhlak Generasi Mendatang

May 3rd, 2006 by dimas-al

Pict0041 Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari aktivitas yang saya jalani kemarin. Sedikitnya ada dua kejadian yang bisa diambil pelajaran. Pelajaran yang bisa membuka mata kita betapa pentingnya generasi-generasi Muslim sejati.

Matahari sudah setengah menyengat di pagi hari itu, aku pun bergegas berangkat kekampus dengan menggunakan kendaraan umum. Kuberhentikan salah satu angkot yang melintas dan segera mencari tempat duduk yang nyaman. Tempat duduk favoritku di pojok belakang angkot kebetulan belum terisi, hanya ada seorang ibu berjilbab putih rapi yang membawa dua anaknya yang masih kecil-kecil. Satu anak perempuan yang kutaksir umurnya sekitar lima tahun dan yang satu lagi anak laki-laki yang pulas tertidur dalam gendongan si ibu, kelihatannya umurnya belum genap 1 tahun.

Aku duduk dihadapannya dan sempat beberapa kali memperhatikan bagaimana ia dengan repotnya mengatur anak-anaknya agar bisa tenang. Si anak perempuan beberapa kali mulai mengeluh sakit perut dan mual, mungkin dikarenakan angkot yang berjalan ugal-ugalan.

”Ma, perut aku sakit ma…” seru si anak perempuan sambil memegangi perutnya. ”Tahan ya nak, sebentar lagi sampai kok…” ”Tapi sakit sekali ma…” ”Mari sini mama beri minyak kayu putih.” Si ibu membuka tasnya dan mengeluarkan sebotol minyak kayu putih dan kemudian dioleskan keperut anaknya sambil mengalihkan pembicaraan. ”Nak, nanti kalau sudah sampai kita beli apa ya yang enak?” ”Susu kotak saja, ma. Aku minta susu kotak…” ”Wah usul yang bagus, beli berapa kotak ya?” ”Dua saja ma, untuk aku dan adik.”

Kemudian pembicaraan antara anak dan ibu ini terus berlangsung sampai si anak benar-benar lupa akan sakit perut dan mualnya. Aku hanya menyaksikan dengan kagum betapa seorang ibu dengan cerdasnya mengasuh anaknya. Walau keadaannya sangat repot tapi senyum ikhlas tak pernah lepas dari wajahnya. Wajah yang teduh memayungi kedua buah hatinya. Aku pun mulai teringat kepada ibuku. Ah, betapa mulianya seorang ibu…

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. AL Ahqaf : 15)

*****

Hari terus berjalan dari jam ke jam. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30. Setelah menunaikkan ibadah shalat dzuhur ku langkahkan kaki ku dari kampus menuju SDN 07 Jelambar dengan menggunakan motor yang telah kupinjam sebelumnya dari teman. Yup, agendaku berikutnya adalah mengajar bahasa Inggris kelas 6 SD, pelajaran yang sangat kusuka sedari kecil. Pertama kali mengajar anak-anak kecil terasa sangat melelahkan, bahkan lebih melelahkan dari pada mengajar sebagai assisten lab dan assisten dosen di kampus. Kesabaran sangat diuji disini. Selalu kupatrikan dalam diriku firman Allah yang ampuh menenangkan hatiku, ”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar.”

Pelajaran bahasa Inggris hari ini kumulai jam 13.00. Setelah kubuka dengan salam kubagikan foto copy-an yang sudah kusiapkan untuk mereka. Hari ini memang sudah kurencanakan untuk mengambil materi dari foto copy-an tersebut.

Aku belajar banyak dari perbedaan latar belakang sampai sifat murid-muridku ini. Beberapa waktu aku sempatkan untuk berbicara santai dengan mereka, dengan begitu aku bisa mengetahui karakter mereka. Ada beberapa hal yang aku sayangkan atas pribadi yang terbentuk dalam diri mereka. Misalnya beberapa dari mereka sudah pernah menonton film-film porno yang dijual bebas sedari kecil. Alasannya beragam ada yang mendapatkannya dari teman, membeli, atau bahkan milik orang tuanya.

Beberapa dari mereka juga mengaku juga sekolah madrasah selepas sekolah di SD. Paginya sekolah di SD dan sorenya di madrasah. Memang ada sedikit perbedaan antara anak madrasah dengan yang non madrasah. Ada juga dari mereka yang membantu orang tuanya sepulang sekolah. Anak dengan karakter ini cenderung baik dan suka membantu.

Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor pembentuk akhlak dan kepribadian seorang anak adalah:

1. Al Wiratsiyyah (Genetik) Seorang anak berperilaku berdasarkan daerah tempat asalnya. Misalkan, anak-anak dari Sumatera Utara cenderung lebih keras dibandingkan anak-anak yang hidup dengan suasana suku Jawa ataupun Sunda.

2. An Nafsiyyah (Psikologis) Faktor ini berdasarkan nilai-nilai yang ditanamkan atau diterima dalam keluarga. Misalkan, sangat berbeda karakter anak-anak yang orang tuanya sibuk bekerja dan kurang kasih sayang dengan anak-anak yang cukup mendapat kasih sayang dari orang tua. Atau misalkan, berbeda karakter antar anak-anak yang keluarganya utuh dengan anak-anak yang broken home.

3. Syari’ah Ijtima’iyyah (Lingkungan sosial) Faktor lingkungan bermain mereka juga sangat berpengaruh dalam pertumbuhan karakter.

4. Al Qiyam (Nilai islam) Faktor pembentukan nilai-nilai Islam sudah seharusnya diterima oleh anak-anak sedari mereka kecil. ”Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik manusia keislamannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Thabrani, Ahmad dan Abu Ya’la)

”Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah : 128)

Wallahua’lam bishawab. [DAI]

Sarjana Euy…

March 12th, 2006 by dimas-al

Dscn5011_resize Bener2 suatu hal yang berbeda dalam hidupku setelah mendapat gelar SE denagn wkt hanya 3,5th (walau non script).

Banyak pertanyaan yg terlontar, apakah dengan kelulusan ini akan mengurangi gerak da’wahku kedepan? Insya 4JJI tidak, tidak, tidak, TIDAK.

Sudah kusiapkan beberapa agenda2 da’wah kedepan. Mulai dari agenda rutin sampai agenda "MASA DEPAN".

Terinspirasi dari berbagai buku tentang manajemen waktu, rasanya tak ingin setiap wkt yg tersedia dibuang secara cuma2.

Bekerja? Ntar dulu fren, bukannya gak mau tapi memang agenda yang sudah terbentuk dalam beberapa bulan kedepan ada beberapa amanah yg harus diprioritaskan lebih dulu (red-dah dapet materi FIQH PRIORITAS kan?)

Beberapa medan da’wah termasuk da’wah profesi sudah kusiapkan, semoga 4JJI meridhoi semua agendaku…

GAdis Pujaanku… =)

July 27th, 2005 by dimas-al

Pict0021_1 8 Januari 1995 diaRy, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku. Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama "gadis pujaanku" sejak 2 tahun yang lalu. Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi "gadis pujaanku", Ry!

9 Januari 1995 Hari ini perasaanku kacau ,Ry. Setelah melihat "gadis pujaanku" bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. "Si gadis pujaanku" digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku?Aku bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???

10 Januari 1995 Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti. Pokoknya hari ini hari beteeee banget!

19 Februari 1995 Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males, nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata "si gadis pujaanku" udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih ada kesempatan lah!

20 Februari 1995 diaRy, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, " si gadis puajaanku" potong rambut, bondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya mata Ry, kamu bakalan jadi sainganku dech! Percaya nggak ??

25 April 1995 Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi pengen EBTANAS, nich! Kira-kira "si gadis pujaanku" masuk SMU mana ya? Masuk ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk! N’tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu…

13 Juli 1995 Eh Ry, sekarang aku udah kelas III SMU, nich! Udah gede yah, walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!! Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry, "si gadis pujaanku" ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata "gadis pujaanku" pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).

14 Juli 1995 Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. "si gadis pujaanku" lagi MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya (kaya pemulung aja, ya!). Tapi "si gadis pujaanku" itu tetep aja cuaantik! Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku! (bener, lho!!).

19 Juli 1995 Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet, dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis. Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang salahku juga sih, curhat di belakang buku matek’s (habis lagi bete sih!). Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi, itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak " Woro-woro! Ada kabar gembira lho, Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!". Dasar gila!

21 Juli 1995 Surprise!! Hari ini "si gadis pujaanku" berangkat ke sekolah dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry. Nggak apa-apa dong, Ry!

22 November 1995 Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! "Si gadis pujaanku" banyak berubah. What’s happened with my girl? Awalnya dia potong rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!

14 Maret 1996 Hari ini aku nekat ngikutin dia,Ry. Kebetulan hari ini kan hari minggu, lagi libur sekolah. Tapi "si gadis pujaanku " seperti biasa dengan jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya? Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan judul "INDAHNYA ISLAM", aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan "… Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu". Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan olehku, Ry.

29 Oktober 1996 Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar yang berjudul "Nidzomul Ijtima’i fil Islam" (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar (memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!

8 Januari 1997
Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan "si gadis pujaanku". "Kalau memang jodoh nggak akan kemana", begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.

9 Februari 2001, empat tahun kemudian …
Lama aku nggak punya catatan harian, Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan "si gadis pujaanku"? Sekarang aku sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE. Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok. Kalo jodoh memang tak kan kemana! =)

Taken from islamuda.com dengan sedikit banyak perubahan.

Potret wanita jaman sekarang…

June 11th, 2005 by dimas-al

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai
jilbab ? jawabannya sederhana, karena mata saya
sulit diajak kompromi. Bisa dibayangkan
bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini
mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali
masuk rumah lagi. Dan kamu tau ? di tempat2 yg
saya lalui seharian disana, kemana arah mata
memandang selalu saja membuat mata saya
terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat
saya tenang, mendongak ke atas langit atau
menunduk ke tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok
dengan seutas "Tank Top", noleh ke kiri
pemandangan "Pinggul terbuka", menghindar
kekanan ada sajian "Celana ketat plus You Can
See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada
menantang !". Astaghfirullah… kemana lagi mata
ini harus memandang ?…

Kalau saya berbicara nafsu, tentu saya suka. Tapi
sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu.
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang
membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita
bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka
adalah sosok yang anggun mempesona, kalau
dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas
ditarik oleh pikiran "kotor" dan hatipun menjadi
keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang
dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka
berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau
tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang
memang punya niat untuk menarik lelaki untuk
memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks.
Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para
lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai
seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan
dihargai semestinya anda malu, karena
penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki
menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap
anda melakukan lebih seksi, lebih … dan lebih
lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada
dalam benak sang lelaki ? yaitunya : anda bisa
diajak untuk begini dan begitu alias gampangan !.
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati
oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan
pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi
pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang
nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin
sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya
disalahkan ? Saya yakin anda
menjawabnya "lelaki" bukan ? Oh betapa
tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman
sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
beli kalau ada yang menawarkan. Apalagi barang
bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan
berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan
anda menawarkan penampilan seksi anda pada
khalayak ramai,

Begitulah seharian kemarin saya harus menahan
penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini
saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes,
tapi mau protes kemana ? Apakah saya harus
menikmatinya … ? tapi saya sungguh takut
dengan Dzat yang memberi mata ini
. Bagaimana
nanti saya mempertanggungjawabkan nanti ?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup
saya.

Allah Taala telah berfirman :
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya", yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya."
(QS. An-Nuur : 30-31).

islamuda.com

Jomblo Itu Asyik, Men!

May 22nd, 2005 by dimas-al

Kamu pasti udah hapal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana vokalis GIGI. Apalagi kalo ditanya judul lagunya? Hmm…pasti deh pada ngacung. Tapi please deh, yang belon pake Rexona jangan ikutan ngacung ya (eh, ini iklan ya?). Bukan apa-apa. Takut disangka sumber polusi udara. Hehehe…

Selain easy listening , tuh lagu turut mempopulerkan istilah jomblo di kalangan anak muda. Liriknya seolah mengungkap kegelisahan hati seseorang yang belon punya gandengan. Soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa’ doi nggak. Betul? Betuul…! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Ih… tulalit deh!

Secara etimologi seperti tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tua. Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini, jomblo dimaknai sebagai julukan ‘trendi’ buat mereka (baik cowok maupun cewek) yang masih sendiri, belum punya pacar, dan belum punya gandengan (emangnya truk?). Pokoknya masih suka sendiri aja (atau memang belum ada yang ngajak barengan).

Pro-kontra seputar jomblo

Dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah serunya dengan debat capres kemaren-kemaren. Banyak yang pro, tapi nggak sedikit juga yang kontra.

Bagi yang pro, mereka enjoy bilang " its oke to be jomblo ". Predikat itu bukan masalah bagi mereka. Justru mereka menikmati hidup tanpa pasangan. Sebagai wujud rasa syukur mereka, ada di antaranya yang bikin perkumpulan dengan nama Jojoba alias Jomblo-jomblo Bahagia . Malah ada juga yang tergabung dalam komunitas Kelompok Jomblo Ceria yang disingkat Kejora. Ehm, Ijo Lumut ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut ) boleh juga tuh. Ada yang mau gabung? Pilih yang oke visi, misi, dan programnya (duileee). Wis, sundut terus!

Mereka ngerasa keberadaan pasangan malah bikin ribet. Kayak memasung kebebasan bin kreativitasnya gitu lho. Deket dikit aja ama temen lawan jenis, dicemburuin. Nggak mau ngikutin kemauan ‘yayang’, dibilang nggak cinta. Nggak balas SMS atau missed call aja disangka selingkuh. Punya pendapat berbeda malah dicemberutin. Kalo udah gini, tentu being jomblo lebih asyik. Nggak terikat atau mengikat orang lain. Punya otoritas penuh nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri, kanan, atau lurus tanpa intervensi dan pengawasan dari pihak lain. Mereka juga ngerasa nggak membebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya. Nggak heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya. Huhuy!

Sementara yang kontra, mereka juga punya alasan yang nggak kalah dahsyatnya. Bagi mereka, menyandang status jomblo seperti kutukan (wuiih syerem bener..). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. Garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping panas. Seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, Keke, dan Olin dalam film 30 Hari Mencari Cinta yang dituding lesbian cuma karena nggak punya gacoan. Gimana nggak gondok? Nggak ku..ku.. deh!

Makanya bagi kaum antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi. Gejala yang ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimik mupeng ngeliat temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laku (emangnya jualan?). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atawa sindiran, orang bisa menarik diri dari pergaulan sosial atawa malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya kita nakut-nakutin ya, cuma bikin kamu parno (paranoid) aja. Yee…sama aja atuh!

Kaum yang kontra ini, ada yang sampe mendeklarasikan berdirinya PJI alias Partai Jomblo Indonesia. Mereka memperjuangkan persamaan hak dalam mendapatkan jodoh. Mengingat ada di antara mereka yang terkena dampak buruk dari rolek alias risiko orang jelek. Loyalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat. "Jomblo itu pedih, Jendral…!" Walah!

Mending jomblo daripada maksiat

Sobat muda muslim, kian hari opini media yang memojokkan para jomblo kian tak terkendali. Remaja makin diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa suka kepada lawan jenis dengan berpacaran. Tayangan-tayangan ghibahtaintment yang berseliweran tiap hari di layar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi masalah utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan lawan jenis dikupas habis dengan bumbu sana-sini biar layak jual. Aksi "penembakan" yang dilakukan remaja diabadikan dalam "Katakan Cinta". Perselingkuhan di antara mereka pun sampe melibatkan detektif H2C atau dengan pembuktian Playboy Kabel .

Parahnya, remaja mengkonsumsi semua tayangan di atas setiap minggu. Cinta… cinta….dan cinta….. Tiada hari tanpa obrolan cinta. Otomatis secara psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu bin nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan ketika kebanyakan temen-temennya udah punya gebetan meski usia baru belasan. Pengaruh media membuat murid-murid SMP pun udah Saatnya Mencari Pacar . Berabe euy!

Maaf, bukannya kita mau melestarikan status jomblo. Bukannya mau ngelarang temen-temen jomblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo untuk tabbatul (membujang). Tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblo selalu berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah menyandang status jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas maksiat. Setuju?

High Quality Jomblo= JI

Sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu disesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah tidak dinilai berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang berlimpah. Jadilah High Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah. Caranya?
Pertama , HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam "Katakan Cinta". Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul kariimah . Dengan tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. Atau terbuka untuk menerima perbedaan pendapat.

Kedua , seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. Itu kan anugerah dari Allah, ya kudu disyukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake tebar pesona sana-sini. Apalagi sampai diobral. Emangnya produk sisa ekspor? Nggak lha yauw!
Ketiga , seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak sehat. Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan RasulNya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah.

Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah ada juga lho di antara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal. jodoh, rejeki, kebaikan dsb). Rasul saw. bersabda: "Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya" ( HR al-Baihaqi )

Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi. Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota JI.

Hah?! JI?! Sst…jangan bilang-bilang polisi ya. Entar didatengin pasukan antiteror 88 lagi. JI di sini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi CIA (Cowok Incaran Akhwat) atau FBI (Female Bidikan Ikhwan). Masa’ nggak kepengen sih?

islamuda.com

Asslm…

March 26th, 2005 by dimas-al

Assalamu’alaikum…

Alhamdulillah dah bikin blogs nih..!!

Bagaimana dengan tmn2 yg laen!

ni juga bikinnya malem2 lho, mata dah kriyep2… ;0

ngantuk neh… =p